7 Cara Menjaga Data Cloud Tetap Aman

7 Cara Menjaga Data Cloud Tetap Aman

Memang sangat membantu menyimpan berbagai data pada media penyimpanan berbasis Cloud seperti Google Drive, Mega, Microsoft OneDrive dan lain sebagainya. Jadi kamu bisa menyimpan file seperti foto, video, dokumen dan berbagai file lainnya di penyimpanan Cloud, dan mengaksesnya dari perangkat yang berbeda di mana saja asalkan ada koneksi internset. Selain itu kamu juga bisa membagi file-file tersebut dengan keluarga, teman, kolega yang berada nan jauh disana. Dan juga jika file aslinya terhapus dari perangkat kamu, kamu dapat segera mengembalikannya dengan mendownload file tersebut dari Cloud.

Kemudahan tersebut memang sangat menggoda, tetapi mengunggah file apalagi file yang sangat penting di Cloud bisa membahayakan. Masih ingat dengan kasus beberapa artis hollywood yang foto bugilnya tersebar di internet? Foto-foto tersebut didapat oleh hacker dengan membobol layanan media penyimpanan yang digunakan oleh artis-artis ini.

Namun tenang saja kita bisa melindungi data penting kita dengan sedikit usaha ekstra. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk melindungi data Cloud.

1. Back Up File

Tujuan utama menggunakan layanan penyimpanan berbasis Cloud biasanya adalah untuk membackup. Ada baiknya kamu memback-up file-file yang dinginkan dibeberapa layanan penyimpanan Cloud. Saat ini banyak sekali layanan penyimpanan Cloud yang ditawarkan gratis, yang terbaik seperti misalnya Google Drive, Microsoft OneDrive, Dropbox dan Mega.

2. Sebisa mungkin tidak mengunggah data penting

Jangan mengunggah file-file yang berisi berbagai data penting, cukup unggah file-file yang sering kamu akses secara berkala. Misalnya foto, video, file dokumen dan lainnya. Jangan mengunggah file yang bersifat rahasia seperti misalnya data kartu kredit, KTP dan file yang berisi data personal lainnya.

Jika kamu harus tetap mengunggah file tersebut, pastikan untuk mengenkripsinya. Cara yang mudah adalah dengan men-zip file ini dan memberinya password yang kuat, sebelum kamu unggah.

3. Gunakan layanan Cloud yang menawarkan enkripsi

Untuk melindungi data Cloud, pilih layanan penyimpanan Cloud yang menawarkan enkripsi file secara lokal. Maksudnya untuk deskripsinya dilakukan secara lokal, yang berarti siapa saja bahkan perusahaan Cloud sendiri tidak bisa melakukan deskripsi dan melihat kontennya, hanya pengguna saja yang bisa. Banyak layanan penyimpanan Cloud yang menawarkan fitur ini namun biasanya berbayar, meski juga menawarkan yang gratis, namun memiliki keterbatasan dimana kapasitasnya hanya 2 – 5GB. Mega menawarkan enkripsi secara lokal, dengan kapasitas yang lega sebesar 50GB.

4. Enkripsi file sebelum diunggah

Langkah selanjutnya untuk melindungi data Cloud, adalah dengan mengenkripsinya terlebih dahulu sebelum diunggah. Ada banyak file enkripsi yang bisa digunakan, tapi ada cara mudah untuk melindungi file, caranya adalah dengan men-zip file dan memberinya password yang kuat.

5. Gunakan password yang kuat dan gunakan Two-step Verification

Untuk melindungi data Cloud kamu, maka kamu harus melindungi akun layanan Cloud yang kamu gunakan. Caranya adalah dengan menggunakan password yang kuat. Kombinasikan banyak karakter seperti angka, huruf, huruf kapital dan karakter lain. Misalnya saja Blue0strip321?). Jangan gunakan password yang sama pada setiap akun apapun, jangan gunakan tanggal lahir, serta kalau bisa untuk mengganti password secara berkala.

Sebagai tambahan keamanan kamu juga bisa mengaktifkan fitur Two-Step Verifiation. Setelah login kamu diminta untuk memasukan kode, kode ini akan dikirim lewat email, telepon atau SMS. Google salah satunya yang menggunakan Two-Step verification untuk melindungi akun penggunanya.

6. Berhati-hati pada saat berselancar di dunia maya

Jalan-jalan di dunia maya memang sangat mengasyikan, tetapi kamu harus berhati-hati agar tidak masuk jebakan. Maksud jebakan disini agar kamu tidak masuk ke situs berbahaya yang dapat mencuri data kamu.

Selain itu jika kamu menggunakan komputer umum atau di warnet, agar tidak lupa me-logout semua akun yang dibuka baik akun media sosial, akun pemyimpanan Cloud hingga akun perbankan, jangan biarkan tetap login. Orang yang masuk setelah kamu tentunya dapat mengakses semua layanan yang kamu tadi buka.

7. Lindungi komputer kamu dengan anti-virus & anti-spy

Kamu mungkin menggunakan layanan penyimpanan Cloud yang sangat aman dan dapat kamu percaya sepenuhnya. Tetapi terkadang yang menjadi celah adalah justru komputer yang kamu gunakan sendiri. Tanpa perlidungan yang baik di komputer yang kamu gunakan, bisa saja kamu terjangkit malware dan hacker dapat dengan mudah mengakses semua informasi akun kamu. Salah satunya adalah Keylogger Trojan, yang dapat membuat daftar semua akun yang kamu punya lengkap dengan username dan password, dan mengirimkan data ini ke sang pembuatnya.

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.