74 Persen IT Leader Khawatir Untuk Pindah ke Public Cloud

74 Persen IT Leader Khawatir Untuk Pindah ke Public Cloud

Meski industri secara signifikan naik dalam mengadopsi public cloud, keamanan tetap menjadi kekhawatiran nomor satu yang dapat mencegah mereka mengadopsi teknologi ini, menurut laporan terbaru dari Barracuda Networks.

Laporan ini berdasarkan survei yang dilakukan terhadapap 300 pemegang keputusan IT dari organisasi semua ukuran di Amerika Serikat yang saat ini sedang menggunakan layanan public cloud seperti Infrastructure as a Service (IaaS). Sekitar 40% responden saat ini menjalankan 44% infrastruktur mereka di cloud, dan diperkirakan dalam lima tahun mendatang jumlah ini akan naik hampir dua kali lipatnya.

Namun meski demikian, 74% dari responden mengatakan bahwa keamanan menjadi masalah utama yang bisa menghalangi organisasi mereka untuk pindah ke public cloud.

Model dari pembagian tanggung jawab bersama untuk keamanan cloud banyak disalah pahami di kalangan bisnis, survei ini menemukan: 77% pembuat keputusan IT mengatakan bahwa mereka percaya penyedia public cloud bertanggung jawab untuk mengamankan data pelanggan di cloud, dan 68% mengatakan bahwa mereka yakin penyedia layanan public cloud bertanggung jawab atau aplikasi pelanggan keamanan juga. Meskipun atau mungkin kurangnya kejelasan ini, 30% melaporkan bahwa mereka belum menambahkan lapisan keamanan ke penerapan cloud.

Selain itu, hasil survei ini juga menyebutkan bawah Microsoft Azure menjadi penyedia public cloud yang paling sering digunakan di Amerika Serikat, dengan angka 66%. Di posisi selanjutnya adalah Amazon Web Services (AWS) dengan angka 46% dan Google Cloud Platform dengan angka 36%. Hampir setengah dari bisnis mengatakan mereka percaya bahwa Microsoft Azure memiliki penawaran keamanan cloud terbaik, sementara hanya 20% yang mengatakan mereka percaya AWS melakukannya.

Sebagai informasi, di awal minggu ini Microsoft Azure merilis fitur baru untuk meningkatkan keamanan layanan public cloud mereka dengan menambahkan enkripsi data.

Rata-rata, responden mengatakan bahwa organisasi merekan menggunakan tiga penyedia public cloud. Alasan yang paling umum menggunakan lebih dari satu adalah bahwa penyedia yang berbeda menawarkan kekuatan yang berbeda (68%). Alasan selanjutnya meningkatkan keamanan (52%), dan 28% mengatakan bahwa menggunakan satu penyedia cloud tidak dapat akan mendapat semua yang mereka butuhkan dari cloud.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.