Analisa Terkini Temukan Tren Baru Adopsi Cloud

Analisa Terkini Temukan Tren Baru Adopsi Cloud

Analisa dari survei terkini yang dilakukan untuk meneliti perubahan fungsi dari cloud computing bagi bisnis menemukan tren baru pada adopsi cloud.

Survei yang dilakukan oleh North Bridge Growth Equity Venture Partners dan perusahaan analisis Wikibon, diberi judul “2016 Future of Cloud Survey.” Survei dilakukan terhadap profesional IT, pengembang dan pengambil keputusan teknologi dari seluruh dunia.

Hanya 9% bisnis yang disurvei masih melakukan transisi ke teknologi cloud, dengan 42% mengatakan bahwa mereka menggunakan cloud pertama kali atau hanya satu-satunya, sementara sisanya menggunakan cloud secara selektif.

42% perusahaan mengatakan 50% atau lebih dari bisnis mereka menggunakan aplikasi berbasis cloud. 30% perusahaan menggunakan cloud dengan menggunakan public cloud, sementara 23% menggunakan private cloud dan 47% menggunakan hybrid cloud.

“Dalam survei yang kami lakukan yang melibatkan 2.500 Profesional IT, kami menemukan bahwa hybrid cloud bukan hanya strategi jangka pendek. 9 dari 10 Profesional IT percaya hybrid cloud akan tetap menjadi pendekatan untuk organisasi mereka selama lima tahun dari sekarang,” Ungkap Julia White, Corporate Vice President, Azure dan Security Marketing North Birdge. Setiap organisasi memiliki seperangkat sistem dan kebijakan bisnis yang unik, sehingga menggunakan pendekatan yang menggunakan campuran dari public cloud dan teknologi on-premise cukup masuk akal. Ini berarti organisasi harus terus memastikan hybrid cloud bekerja efisien. Sistem hybrid tidak bisa hanya menggunakan dua infrastruktur terpisah yang saling terhubung, tetapi juga harus berjalan secara paralel, harus ada konsistensi dalam manajemen, keamanan dan pengalaman pengembangan untuk membuatnya menjadi layak.”

Survei ini juga menemukan bahwa faktor-faktor yang menghalangi adopsi cloud mulai berubah, dengan vendor lock-in dan masalah privasi menjadi masalah yang utama. Namun perusahaan menjadi semakin nyaman dengan teknologi cloud dilihat dari perspektif keamanan.

Berbicara mengenai adopsi cloud, survei ini juga menemukan bahwa banyak organisasi yang mulai mengadopsi cloud dimulai dengan menggunakan aplikasi bisnis SaaS (software as a service). Banyak organisasi yang memulainya dengan menggunakan aplikasi office seperti Office 365, kemudian mengadopsi menggunakan Microsoft Azure untuk menjalakan aplikasi bisnis yang sudah ada, pada Iaas (Infrastructure as a Service). Lalu mulai menggunakan pengembangan efisiensi untuk membuat solusi baru menggunakan Azure dengan PaaS (Platform as a Service).

Meskipun fokus pasar pada teknologi IaaS, namun banyak perusahaan yang bergantung pada teknologi SaaS dan PaaS. Seperti aplikasi dari Microsoft, termasuk Office 365, Dynamics 365, PowerApps, Flow, Azure IoT, dan Cortana Intelligence services.

Munculnya teknologi seperti internet of things (IoT), advanced analytic dan virtual realty semuanya berkontibrusi untuk adopsi cloud yang lebih besar, karena banyak dari teknologi baru tersebut hanya layak menggunakan model cloud.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan berbagai pilihan paket cloud hosting dengan harga yang terjangkau, serta memiliki customer support yang handal yang siap membantu kamu selama 24 jam.