Azure Stack Platform Private Cloud Dari Microsoft

Azure Stack, Platform Private Cloud Dari Microsoft

Microsoft merilis layanan baru yang dipanggil dengan nama Azure Stack, yang merupakan versi on-premise dari layanan public cloud-nya. Layanan baru ini dapat menjadi penting untuk jaringan dan data center, untuk satu alasan yang simpel, memberikan pelanggan menggunakan platform cloud tanpa menyimpan data sensitif di lingkungan multi-tenant.

Microsoft pertama kali memperkenalkan rencana Azure Stack pada tahun 2015 lalu, dan minggu ini Microsoft mengumumkan akan segera menawarkan layanan ini untuk pelanggan, dijadwalkan akan dirilis pada musim gugur 2017 ini.

Kegunaan Azure Stack

Azure Stack dapat memberikan kelebihan untuk pelanggan yang ingin menggunakan layanan dari Azure tetapi untuk beberapa alasan seperti regulasi, sensitivitas data, atau lokasi data mencegah mereka untuk menggunakan public cloud. Maka pelanggan dapat membangun Azure Stack di belakang firewall mereka untuk memproses data, kemudian secara mudah berinteraksi dengan aplikasi dan data yang ada di public cloud.

Apa yang Ada di Dalam Azure Stack

Azure Stack dibuat dengan dua komponen dasar, infrastruktur yang pelanggan bisa beli dari salah satu partner certified Microsoft seperti Dell EMC, HPE dan Lenovo, dan software dengan lisensi dari Microsoft.

Software termasuk fungsi IaaS (Infrastructure as a Sercices) dasar yang membuat cloud, seperti virtual machine, storage dan virtual networking. Layanan baru ini juga menggunakan PaaS (Platform as a Service) yang termasuk Azure Container Service, Micorsoft Azure Function (software serverless computing), plus dukungan MySQL dan SQL Server. Dan juga hadir dengan Azure Active Directory untuk otentikasi pengguna.

Pelanggan juga dapat akses ke berbagai aplikasi pihak ketiga dari Azure Marketplace, termasuk OS image dari perusahaan seperti Red Hat dan SuSE, dan template yang dapat diinstall untuk menjalankan program seperti Cloud Foundry, Kubernete dan Mesosphere.

Pada sisi hardware, Azure Stack berjalan pada hyperconverged infratructure stack dari vendor hardware yang telah memiliki sertifikasi dari Microsoft. Level production terkecil Azure Stack dibangun menggunakan 4-server rack dengan tiga physical switch dan lifecycle management server host. Rack individu dapat ditingkatkan menjadi 12 server, dan rack multiple dapat ditingkatkan bersama. Dell EMC, HPE dan Lenovo merupakan partner awal pada saat layanan ini dirilis. Cisco berencana untuk menawarkan infrastruktur untuk layanan ini pada akhir 2017, dan Huawei juga akan menawarkan infrastruktur serupa pada akhir 2018.

Cara Membelinya

Microsoft menawarkan dua cara untuk membeli lisensi software Azure Stack. Pertama dengan model pembayaran pay-as-you-go, atau pelanggan hanya membayar apa yang mereka gunakan baik infratruktur dan software. Model kedua adalah dengan pembayaran langgan fix secara annual.

Apabila Anda sedang mencari web hosting yang cepat dan handal untuk Anda gunakan pada website, Anda bisa mengandalkan //www.jakartawebhosting.com sebagai web hosting terpercaya Anda. Karena Jakartawebhosting.com menyediakan web hosting Indonesia, web hosting dengan server yang menggunakan HDD maupun SSD yang sangat terjamin kecepatan dan sumber daya resourcenya. Anda cukup pilih mana yang Anda inginkan.

Selain itu, Anda juga bisa membeli nama domain dengan harga domain murah se Indonesia di Jakarta Web Hosting Indonesia. Bila anda sebuah perusahaan, anda ingin menggunakan layanan Cloud Hosting? Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data serta server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu anda 24 jam setiap hari dan biaya langganan yang menarik.

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.