Dropbox Umumkan Bangun Infrastruktur Jaringan Baru

Dropbox Umumkan Bangun Infrastruktur Jaringan Baru

Ketika Dropbox mengumumkan untuk meningggalkan Amazon Web Services tahun lalu dan membawa sebagian besar operasinya ke data centernya sendiri, pastinya harus memikirkan untuk melakukan perluasan jaringan yang signifikan. Dan sekarang Dropbox mengumumkan rencana pertumbuhan jaringan global besar-besaran yang dirancang untuk meningkatkan sinkronisasi. Kecepatan bagi pengguna dan memotong biaya bagi perusahaan.

Rencana dari Dropbox ini melibatkan beberapa pendekatan termasuk infrastruktur buatan sendiri yang miri dengan perusahaan berskala web lainnya seperti Google, Amazon dan Facebook. Namun Dropbox mengakui bahwa hal ini akan memakan waktu lebih dari sekedar membangun infrastruktur hardware yang sesuai dengan kebutuhannya yang unik. Hal ini juga perlu menemukan cara untuk mempercepat proses, dan itu berarti menyediakan layanan sedekat mungkin dengan pengguna. Hal ini dikelan sebagai “moving computing to the edge of the network.”

Mereka akan memulainya dengan upaya perluasan jaringan yang sangat besar di 14 kota di tujuh negara di tiga benut. Dengan demikian, mereka menambahkan ratusan gigabit konektivitas internet dengan penyedia ISP regional dan global, dan ratusan mitra peering baru.

Dropbox tidak berhenti sampai disitu. Mereka juga akan membangun sebuah proxy custom berbasis software open source untuk menyalakan seluruh proyek. Edge proxy merupakan sekumpulan server yang bertindak sebagai gateway pertama untuk TLS & TCP handsake untuk pengguna dan untuk ditempatkan pada PoP (point of presence) guna meningkatkan kinerja bagi pengguna yang mengakses layanan Dropbox dari bagian manapun di dunia ini. Jenis layanan ini biasanya ditawarkan oleh penyedia Content Delivery Network (CDN) seperti Akamai.

Perusahaan ini akan menerapkan proxy custom di seluruh pusat data di Amerika Serikat mulai saat ini. Penyedia cloud storage ini berencana untuk menghadirkannya ke seluruh dunia selama beberapa kuartal berikutnya dimulai dengan Sydney, Miami, kemudian Paris pada Q3 2017, Madrid dan Milan pada Q4 2017. Pada akhir 2017, Dropbox berencana untuk memiliki 25 fasilitas di sepuluh negara di empat benua.

Expansi ini dirancang dengan dua alasan. Satu adalah untuk meningkatkan pengalaman pengguna dimanapun lokasi mereka. Alasan kedua adalah dengan membangun perangkat keras dan perangkat lunaknya sendiri, mereka dapat mengendalikan biaya yang lebih murah, dan mereka mengklaim pendekatan baru ini memotong biaya jaringan menjadi setengahnya.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.