Menjaga Data Tetap Aman Pada Cloud Computing

Menjaga Data Tetap Aman Pada Cloud Computing

Cloud computing mungkin merevolusi cara kita melakukan aktivitas komputasi, tetapi ketergantungan yang tumbuh di internet juga telah membuka jalan baru dari ancaman keamanan.

Pertumbuhkan ketergantungan internet ini telah membuat lebih sulit untuk mencegah resiko keamanan data. Dan hal yang terpenting daripada data anda sendiri adalah tentunya data klien anda. Cloud computing datang dengan bagian dari resiko yang tinggi, dan menjaga data klien tetap aman menjadi prioritas utama bagi banyak bisnis.

Untuk memastikan menjaga data tetap aman pada cloud, bisa dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini.

Lokasi Storage Yang Terkonsolidasi

Diperkirakan data yang bocor menyebabkan kerugian yang ditaksir lebih dari US$ 3 juta setiap tahunnya. Dengan sebagian besar perusahaan menyimpan data mereka di berbagai server data yang luas.

Sangat penting untuk dicatat bahwa setiap tempat penyimpanan data tambahan akan meningkatkan resiko data terekspos. Menambah lokasi penyimpanan data juga membutuhkan upaya tambahan untuk mengamankan data, yang menyebabkan biaya menjadi lebih tinggi. Meminimalkan jumlah lokasi penyimpanan data dan perangkat akan merampingkan seluruh rencana keamana data anda, dengan memberikat anda kontrol yang lebih besar.

Akses Karyawan

Karyawan merupakan faktor resiko lainnya pada keamanan data, meski data disimpan pada cloud. Sangat penting untuk memberikan tingkat batasan pada karyawan untuk mengakses data sensitif.

Menggunakan password untuk komputer dan server dapat memastikan perlindungan yang optimal, tetapi pastikan kamu mengubah hak akses ketika karyawan dengan akses penting resign, apalagi data yang disimpan di cloud. Password harus dibuat sulit agar siapa saja tidak bisa menebaknya. Dan juga akan berguna jika memiliki peraturan yang berhubungan pembersihan data yang usang pada sistem anda.

Software Keamanan Berkualitas Tinggi

Ada banyak ancaman keamanan yang tidak ada habisnya. Ancaman seperti Hacking, phishing, dan pencurian data selalu meningkat, memiliki software keamanan yang kurang baik dapat menjadikan data dan data klien anda menjadi target serangan yang mudah. Praktek terbaik adalah dengan menggunakan software keamanan berlapis yang dapat membuat hacker kesulitan mengakses data sensitif.

Software keamana seperti aplikasi internet security, firewall dan anti-virus yang dipasang ke semua perangkat, dan pastikan menggunakan software premium yang berbayar daripada yang gratis. Dan juga gunakan protokol enkripsi untuk mengurangi resiko pencurian data.

Update Berkala

Banyak perusahaan keamanan online yang mengatakan bahwa setidaknya ada 200.000 aplikasi malicious dan virus dibuat setiap harinya. Jadi langkah terbaik untuk menjaga keamanan data adalah dengan selalu meng-update software yang digunakan. Baik software keamanan yang digunakan, maupun juga sistem operasi dan protokol.

Lindungi Transfer Data

Data lebih lebih rentan dicuri pada saat data ditransfer, karena penyedia layanan cloud tidak mengenkrips saat data tersebut ditransfer, yang berarti saat data sedang transmisi seseorang dapat menghadangnya dan mencuri data tersebut. Layanan cloud storage popular seperti Dropbox tidak mengenkripsi data yang ditransfer. Tetapi anda bisa memilih layanan dari Sync.com dan E-box, yang menyediakan transfer data yang dienkripsi.

Memilih Penyedia Cloud Computing dengan Bijaksana

Pada level yang paling dasar, memilih penyedia cloud server dapat membuat perbedaan ketika mengamankan data yang disimpan di cloud. Anda sebaiknya memilih perusahaan penyedia layanan cloud yang ternama yang menawarkan solusi keamanan yang sangat baik, seperti Google Cloud Platform, Amazon Web Services atau Microsoft Azure. Dan jika anda memilih untuk menyimpan data pada server private, bisa memilih penyedia hosting yang terpercaya.

Jakartawebhosting menyediakan layanan Cloud Hosting dengan keamanan yang terjamin, layanan yang prima, dan harga yang bersaing.