Petinggi IT di Asia Pasific Prioritaskan Hybrid Cloud

Petinggi IT di Asia Pasific Prioritaskan Hybrid Cloud

Menurut survey terbaru dari Microsoft Asia Pasific, 48% petinggi IT di kawasan ini mengatakan bahwa mereka lebih memprioritaskan Hybrid Cloud daripada Public Cloud saja atau Private Cloud saja untuk diterapkan di organisasi yang mereka pimpin dalam waktu dekat ini.

Survei yang dilakukan dengan responden 1.200 petinggi IT dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik juga menemukan bahwa dalam beberapa tahun mendatang akan menjadi waktu yang paling krusial untuk mengeksekusi rencana trasisi ke infrastruktur IT berbasis Cloud yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan digital dalam bisnis. Menurut IDC, 60% dari 1.000 organisasi di kawasan Asia Pasifik akan melaksanakan transformasi digital sebagai pusat dari strategi perusahaan pada akhir tahun 2017.

Petinggi IT seringkali bertahan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan IT, budget dan kebutuhan untuk memoderenisasi kebutuhan bisnis akan teknologi digital di masa depan. Survei menemukan bahwa saat ini, sekitar 42% dari responden sudah menggunakan Hybrid Cloud, yang diharapkan akan meningkat sebanyak 48% dalam waktu 12 – 18 bulan mendatang.

Sedangkan 36% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan Private Cloud dan sisanya sebanyak 22% menggunakan solusi Public Cloud. Survei ini juga menunjukan bahwa responden kebanyakan tidak akan menambah investasi pada solusi Public Cloud atau Private Cloud, mereka ingin menggunakan pendekatan Hybdrid yang lebih terintegrasi.

Survei ini juga menemukan bahwa:

– Inovasi pada Cloud menyebabkan penggunaan aplikasi berbasis Cloud meledak. Rata-rata, diestimasikan ada 340 aplikasi yang digunakan oleh satu organisasi.
– Petinggi IT menghabiskan 52% waktunya untuk melakukan pemeliharaan dan menangani operasional dan kepatuhan. 25% dihabiskan untuk mengembangkan untuk mengembangkan kemampuan teknologi digital selanjutnya. Dan 23% bekerja dengan petinggi bisnis lainnya pada inisiatif transformasi digital.
– Dalam transformasi digitial, petinggi IT menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengoptimalkan operasional daripada menarik pelanggan, memberdayakan karyawan atau berinovasi dengan produk, layanan atau model bisnis baru.
– Petinggi IT khawatir mengenai kesenjangan skill dalam organisasi mereka, dengan 3 skill yang paling dibutuhkan oleh organisasi adalah security (62%), Cloud App Management (56%) dan Data Analytic (52%).

Mengadopsi strategi Hybird Cloud merupakan langkah berikutnya dalam perjalanan organisasi untuk mengambil keuntungan dari kemampuan Cloud Computing yang modern, sambil terus mengelola aset tradisional mereka.

 

Perusahaan anda ingin menggunakan layanan Cloud Hosting? Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data serta server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu anda 24 jam setiap hari dan biaya langganan yang menarik.