Tips Mengamankan Data Yang Disimpan di Cloud

Tips Mengamankan Data Yang Disimpan di Cloud

Dari Google Drive hingga ke Dropbox, layanan penyimpanan data berbasis cloud atau online dapat memberikan pengguna kemudahan untuk mengakses data dari mana saja dan kapan saja asalkan ada koneksi internet. Kemudahan ini memang sangat menggoda, tetapi meng-upload data personal ke layanan cloud dapat menimbulkan beberapa kekhawatiran terutama mengenai keamanan. Kamu tidak bisa memastikan siapa saja yang dapat mengakses informasi sensitif ini.

Untuk itu kita harus selalu melindungi data kita dari akses yang tidak diijinkan. Dan berikut ini adalah beberapa tips untuk mengamankan data yang disimpan di layanan penyimpanan cloud.

1. Backup Data Secara Lokal

Penyimpanan cloud memang memberikan kemudahan untuk bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja, dan kita tetap dapat mengaksesnya meski data aslinya telah hilang atau rusak. Ada banyak penyedia penyimpanan cloud yang bisa kita pilih dari yang gratis hingga yang berbayar. Jika kamu pilih yang gratis dengan kapasitas yang sedikit, kamu bisa berlangganan beberapa layanan.

Meski demikian kamu harus selalu membuat backup data secara offline baik di dalam hard disk, flash disk atau DVD. Hal ini dapat menjadi penting ketika kamu ingin mengakses data tetapi kamu berada dalam lokasi yang tidak memiliki koneksi internet.

2. Jangan Menyimpan File Sensitif

Masih ingat dengan banyak kasus selebritas dunia yang foto sensitifnya beredar di dunia maya. Hal ini dapat menjadi pelajaran bahwa di internet sana banyak sekali pencuri identitas, dan kamu sebaiknya tidak mengambil resiko tersebut. Jangan pernah untuk menyimpan file sensitif ataupun file penting lainnya ke penyimpanan cloud.

3. Gunakan Layanan Penyimpanan Cloud yang Menggunakan Enkripsi

Jika masih ingin menyimpan data penting di cloud, pastikan penyedia layanan penyimpanan cloud menawarkan enkripsi. Ini adalah salah satu cara termudah untuk mengamankan data kamu.

4. Enkripsi Data Sebelum di Upload ke Cloud

Atau jika kamu tidak tahu apakah penyedia cloud yang kamu pilih menggunakan enkripsi, kamu bisa mengenkripsi data secara manual sebelum kamu menguploadnya ke cloud untuk mengamankan data. Yang perlu kamu lakukan untuk mengenkirpsi secara sederhana file kamu adalah dengan men-zip file dokumen yang kamu inginkan, lalu tambahkan password. Usahakan passwordnya sulit untuk ditebak.

Atau jika kamu juga menggunakan layanan penyimpanan cloud yang menggunakan enkripsi, tidak ada salahnya kamu juga meng-enkripsi data sebelum di-upload.

5. Gunakan Password yang Kuat / Gunakan Two-step verification

Ada banyak orang jahat di internet sana yang ingin mencuri identitas kamu, jadi kamu harus selalu ingat untuk membuat akun dengan password yang kuat. Atau kamu bisa menggunakan two-step verification yang ditawarkan, dengan fitur ini selain memasukan password kamu juga harus memasukan kode lain yang dikirim lewat SMS, email atau menggunakan aplikasi authenticator.

6. Lindungi Komputer dengan Anti Virus

Kamu mungkin menggunakan penyedia layanan cloud yang paling aman, tetapi malah celah ini bisa terjadi pada sistem komputer yang kamu gunakan, dimana kamu menggunakannya untuk login masuk. Untuk itu disarankan untuk melindungi sistem komputer yang kamu gunakan dengan software anti virus.

7. Waspada dengan Perilaku Online Kamu

Terkadang masalah keamanan juga tergantung dari bagaimana cara kamu dalam menggunakan internet, terutama pada komputer atau jaringan publik. Ketika menggunakan komputer publik, jangan pernah untuk menyimpan password kamu, dan pastikan kamu logout setelah menggunakannya.

Jangan pernah juga login ke akun cloud kamu, jika kamu menggunakan koneksi Wi-Fi hotspot yang tidak aman. Juga jangan pernah mengklik link yang dikirimkan dari sumber yang tidak kamu kenal atau tidak jelas.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Cloud Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.